Perencanaan Konsep Mitigasi Perkantoran


Perencanaan konsep mitigasi

Perkantoran atau tempat kerja adalah suatu tempat usaha yang dimana seharusnya tidak terdapat sutu pencemaran karena tempat bekerja adalah ruangan yang tertutup, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha atau produktifitas dimana terdapat sumber bahaya termasuk di daalamnya gedung atau kawasan pabrik, ruang dalam gedung perkamtoran.oleh karena itu jika suatu tempat kerja atau perkantoran mengalami pencemaran udara maka seharusnya terdapat upaya mitigasi yang dilakukan seperti menetapkan suatu perencanaan mitigasi bidang perkantoran.

Adapun sumber dari pencemaran udara yang terjadi dalam perkantoran dan tempat kerja yaitu :
a.       Banyaknya kantor atau tempat kerja memiliki printer ataupun mesin fotocopy yang menggunakan catridges sekali pakai, bisa kita bayangkan bahwa di dalam catridges terdapat banyak sisa tinta. Printer ataupun mesin fotocopy merupakan benda yang menyemburkan mikropartikel dalam jumlah yang banyak. Zat-zat yang terdapat dalam tinta yaitu , toner, dan ozon, cadmium  (Cd),Surfaktan, chrome yellow, molybdenum orange dan cadmium red, carbon black, tembaga pthalocyanin,  Plasticizer. Zat-zat yang terkandung dalam tinta memiliki banyak fungsi bagi tinta tersebut tetapi sangat berbahaya jika berada di lingkungan. Sampah catridges tidak boleh langsung di buang kelingkungan karena termasuk sampah bahan berbahay dan beracun (B3). Sebuah penelitian baru-baru ini di Queensland University  Australia Sepertiga dari 60 mesin printer yang diteliti, ditemukan pencemaran partikel dari toner yang berarti bahwa alat ini melepas partikel-partikel yang berbahaya di udara dalam jumlah yang sama banyak dengan yang dibuang oleh kendaraan dalam kemacetan lalu lintas. Hal ini dalpat menimbulkan penyakit yaitu iritasi mata, paru-paru,infeksi saluran pernapasan, asma.
b.      Beberapa perkantoran biasanya bersampingan ataupun berhadapan dengan tempat parkir atau bertempat di ruang bawah tanah (basement). Tempat parkir yang memliki jarak kurang dari 5 meter dapat mencemari lingkungan sekitar kantor hal ini dikarenakan banyaknya polutan ataupun emisi dari kendaraan  yang dapat masuk ke area perkaantoran. Adapun 5 komponen polutan yang berbahaya yaitu Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Nitrogen Oksida(NOx) ,Ozon (O3), dan Partikulat (PM2.5,10).
c.       Para pekerja perkantoran biasanya berjenis kelamin laki-laki yang memiliki tingkat produktifitas yang lebih tinggi daripada perempuan, kebanyakan laki-laki memiliki sikap perokok. Kegiatan ini dilakukan baik di luar kantor, area kantor maupun di dalam kantor. Rokok memiliki kandungan seperti tar, karbon monoksida, hidrogen sianida, fenol, amonia, formaldehida, benzena, nitrosamine, dan nikotin. Kandungan ini jika masuk kedalam tubuh manusia dapat mengakibatkan banyak penyakit seperti iritasi mata, gangguan pernapasan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), kanker paruparu, kemandulunan, dan kanker hati. Asap dari rokok ini juga dapat mengakibatkan penyakit bagi yang menghirup atau biasa dikenal dengan perokok pasif atau Environmental Tobacco Smoke (ETS) yang dampaknya sama dengan perokok.
d.      Setiap perkantoran memiliki pegawai atau pekerja yang banyak, maka dari itu hampir semua perkantoran menggunakan Air Conditioner( AC ) hal ini dilakukan menimbang bahwa pekerja akan mengalami kegerahan dan tidak konsentrasi dalam bekerja akibatkan produktifitas dan kreatifitas mereka tidak berjalan dengan baik. Air Conditioner ( AC ) memiliki kandungan yang berbahaya bagi lingkungan juga manusia seperti CO2 dan CFC. Carbon Dioksida merupakan hasil pembakaran sempurna antara karbon dengan oksigen yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca merupakan efek dari kadar CO2 yang melebihi kadar yang seharusnya sehingga menyebabkan panas bumi meningkat. CFC yang digunakan pada alat pendingin ruangan (air conditioner/AC) lebih dikenal dengan freon yang digunakan sebagai pendingin.  CFC adalah klorofluorokarbon, yaitu senyawa-senyawa yang mengandung atom karbon dengan klorin dan fluorin terikat padanya. Dua CFC yang umum adalah CFC-11 (Trichloromonofluoromethane atau freon 11) dan CFC-12 (Dichlorodifluoromethane) CFC merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik. Satu buah molekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuska.
e.       Beberapa pusat perkantoran yang menggunakan karpet sebagai alas dari lantai dimana karpet memiliki sisi positif dan negative. Dampak positif dari karpet pada kantor yaitu sebagai peredam suara dalam ruangan sedangkan dampak negative dari karpet yaitu Benang-benang halus karpet mudah mengikat dan menimbun debu, yang dapat berakibat ke gangguan pernapasan. Selain itu, bila jarang dirawat, hewan dan serangga kecil juga dapat hidup di dalamnya. Pada partikel debu biasanya terdapat Rumput Tumbleweeds berwarna abu-abu yang berhasil masuk dan berputar-putar di ruangan penuh dengan serbuk sari dan sel-sel kulit mati Anda dalam jumlah yang tak terhitung. Tumbleweeds adalah juga langkah pertama dalam mata rantai makanan bagi kutu dan serangga lainnya dan merupakan tempat bertumbuh bagi jamur.
f.       Ketika pekerja jalan-jalan keluar kantor mencari atau mengintai sesuatu atau pada jam istirahat, ada kemungkinan mereka membawa kotoran ke kantor yang menjijikkan. Jalan setapak dan ladang kemungkinan dikotori oleh debu timbal, percikan cat, pupuk, dan kotoran hewan yang bisa menempel di sepatu Anda. Hal inilah yang juga menyebabkan kotoran masuk ke area kantor yang dapat mengakibatkan pencemaran udara seperti bau maupun adanya banyaknya parikalut baik itu PM2,5 mupun PM10. Faktanya, 80% eksposur pestisida kita dapatkan dari dalam ruangan (indoor), berkat kontaminan yang terbawa secara tidak sengaja, menurut  Badan Perlindungan Lingkungan.
g.      Pencemaran udara juga berasal dari furniture atau alat perkantoran seperti meja, bangku, dan lemari. Furniture terbuat dari kayu pres (pressed wood)—juga disebut papan partikel (particleboard) atau papan fiber (fiberboard)—sebenarnya adalah serpihan kayu yang direkatkan dengan lem atau resin. Harganya murah (seperti tempat buku dan meja), tetapi bisa menimbulkan formaldehyde, sebuah zat pengawet dan suspected carcinogen yang bisa menyebabkan timbulnya ruam, nausea, atau serangan astma, menurut EPA.

Mitigasi adaha suatu usaha yang dapat dilakukan sebagai pencegahan atau mengurangi dan / atau meniadakan dampak, kerugian maupun korban yang mungkin akan timbul akibat suatu bencana. Pada prinsipnya mitigasi harus dilakukan untuk segala jenis aktifotas manusia yang kedepannya akan menimbulkan dampak langsung maupun tidak langsung dan juga harus dilakukan untuk segala jenis bencana baik yang termasuk ke dalam bencana ala (natural disaster), lingkungan, maupun bencana akibat ulang manusia.

Mitigasi pencemaran udara adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mengurangi atau menanggulangi akan dampak dari pencemaran udara yang jika tidak dialakukan secara berangsung maupun kesadaran dari manusia (human) maka dampak yang akan ditimbulkan akan lebih besar bahkan dapat menjadi suatu bencana. Adapun pengembangan mengenai perencanan konsep mitigasi dari pencemaran udara sudah sangat berkembang pada saat ini khusunya pada bidang yang menyumbangkan pencemara terhadap udara yang begitu signifikan seperti industry, moda transportasi ataupun instrument  dari transportasi seperti bandara, pelabuhan, stasiun memiliki penanggulangan masing-masning. Pada bagian ini kami akan mencoba menjabarkan mengenai konsep mitigasi yang dapat dicanangkan di sektor perkantoran atau tempat kerja.
Dari beberapa sumber ataupun peralatan yang dapat mencemari udara perkantoran maka mitigasi pencemaran yang dapat dilakukan yaitu :
a.       Gunakan printer dan mesin fotocopy dalam area yang mempunyai ventilasi yang baik dan berada dalam jarak sekurangnya 10 feet dari printer atau mesin fotocopy tersebut ketika pengguna menggunakan printer dalam waktu yang lama. Sebaiknya dalam proses mencetaklah dalam bentuk hitam putih saja, karena tinta warna memproduksi lebih banyak zat berbahaya. Tinta juga bisa diganti dengan tinta yang ramah lingkungan seperti Soy Ink / tinta kedelai, Eco-Solvent dan  Eco-Printer  Tinta kedelai yang sebenarnya sangat mirip dengan tinta print “biasa”, hanya saja soy ink mengandung lebih banyak minyak kedelai yang bersifat alami daripada kandungan kimia seperti yang ada di tinta printer lainnya. Minyak kedelai tidak beracun dan bisa digunakan untuk memasak, margarine,dan saus salad. Bagian terbaik dari soy ink adalah bahwa tinta tersebut sangat ramah lingkungan, tersedia dalam warna-warna cerah, dan proses daur ulang yang lebih cepat daripada tinta printer biasa. Eco Printer ini merupakan printer rewritable printer yang mencetak tanpa menggunakan tinta dan kertas biasa, namun menggunakan plastik khusus (PET plastic) yang dapat dipergunakan sampai 1000x pemakaian dengan sistem cetak line thermal head method beresolusi  203 dpi . Hasil cetakan pada plastik tersebut dapat dihapus dan dipergunakan kembali.
b.      Gedung-gedung perkantoran sebaiknya tidak berada tepat di dipinggir jalan raya minimal memiliki jarak 5 meter dari jalan raya dengan syarat tempat parkir berada di belakang gedung. Adapun bagi perkantoran yang tidak berada di pinggir jalan raya dan memiliki lahan parkir berada di depan kantor sebaiknya memiliki jarak 5 meter dari gedung perkantoran. Menurut kami lahan perkantoran yang ideal yaitu dimana memiliki jarak 5 meter dari jalan raya dan memiliki lahan parkir bertempat di belakang gedung dengan syarat posisi mobil yang sedang parkir yaitu menghadap kegedung sehingga knalpot mobil membelakangi gedung. Ada baiknya setiap perkantoran memiliki RTH (Ruang Terbuka Hijau) dimana untuk memperluas lahan hijau juga menanam dan merawat tumbuhan untuk menyejukkan dan mengurangi jumlah polusi udara di sekitar kantor.
c.       Pada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor75 Tahun2005 dapat terlihat adanya kesadaran pemerintah terhadap kesehatan masyarakat terutama bagi perokok pasif. Paraturan ini mengatur tentang Kawasan Dilarang Merokok Penerapan Kawasan Dilarang Merokok di dalamg gedung untuk Kawasan Monas (30 gedung), KawasanThamrin (21 Gedung) dan Kawasan Sudirman (59 Gedung), Ayat(2) berbunyi : Pimpinan atau penanggung jawab tempat umum dan tempat kerja harus menyediakan tempat khusus untuk merokok serta menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagiyang tidak merokok. Salah satu upaya yang juga dapat dilakukan yaitu memberikan ruangan bagi perokok. Pada kawasan bebas merokok ataupun ruangan khusus merokok harus dilengkapi alat penghisap udara atau memiliki system sirkulasi udara yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
d.      Pada pemakaian AC sebaiknya meminimalkan atau mengefisienkan pemakaian seperti membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengontrol AC dengan suhu yang normal yaitu 25’C dan gunakan timer, ataupun beralih menggunakan Eco Air Conditioner. Sebaiknya di setiap perkantoran mempunnya system regulasi dan ventilasi yang menerapkan eco-office kantor ramah lingkungan dengan filter udara yang baik.
e.       Perkantoran yang menggunakan karpet sebagai alas ataupun lantai dapat membersihkan lantai dengan penghisap debu dilengkapi dengan filter high-energy particulate airborne (HEPA) sekali seminggu, dan bersihkan semua permukaan lainnya dengan lap basah yang bersih (pastikan Anda membasahkan lap tersebut dengan air—jangan gunakan spray cleaner (pembersih semprot) karena banyak spray cleaner, terutama yang berbau wangi, mengandung zat- kimia yang berbahaya bagi paru-paru).
f.       Upaya yang dapat dilakukan bagi pekerja yang memiliki masalah dengan kebersihan sepatu daoat melakukan pembersihan sepatu dengan cara menggosok-gosokkannya ke lap kaki yang kuat (yang terbuat dari sabut kelapa adalah yang terbaik). Sebelum memasuki ruangan hingga bersih. Bagi tiap ruangan yang sensitife terhadap debu sebaiknya diberikan lap kaki seefisen mungkin untuk menghidari adanya debu yang masuk ke dalam ruangan.
g.      Perabotan atau furniture dalam ruangan kantor sebaiknya menggunakan kayu asli khususnya pada ruuangan yang memiliki suhu yang lebih tinggi karena kelembaban pada ruangan dapat meningkatkan emisi yang berada di ruangan. Jika tidak dapat menggunakan kayu asli gunakanlah plywood, karena plywood melepaskan  uap lebih sedikit.


  •  Menghemat Energi yang digunakan.(NT)
  • Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal (NT)
  • Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem. (NT
  • Memperluas gerakan penghijauan.(NT)
  •  Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.(T)
  • Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya. Menanam dan merawat tumbuhan di sekitar lingkungan kita. Berapa pun luas area kosong di rumah atau di tempat kerja kita, tanamilah dengan tumbuhan. Hal ini berguna untuk menyejukkan dan mengurangi jumlah polusi udara di sekitar kita. Jika lahan kosong benar-benar tidak ada, Anda bisa memelihara tanaman dalam pot dan meletakkannya atau bisa juga menggantungnya di teras atau beranda rumah. (NT)
  • Melakukan penyaringan asap sebelum asap dibuang ke udara dengan cara memasang bahan penyerap polutan atau saringan.(T) 
  • Mengalirkan gas buangan ke dalam air atau dalam lauratan pengikat sebelum dibebaskan ke air. Atau dengan cara penurunan suhu sebelum gas buang ke udara bebas(T)
  • tidak menggunakan kulkas yang memakai CFC (freon) dan membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari.
  • menanam tanaman hias di pekarangan atau di pot-pot.(NT)
  • ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan.(NT)
  • ikut memelihara dan tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung. (NT)
·         mengurangi atau menghentikan penggunaan zat aerosol dalam penyemprotan ruan
·         mengurangi atau menghentikan semua penggunaan CFC dan CCl4.(NT)
  • Mengadakan acara car free day pada hari-hari tertentu (NT)
  • Pengendalian kontaminan dari sumbernya dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang telah dikembangkan seperti untuk pengendalian kontaminan partikulat dan gas.(T)
  • Wet collector membersihkan bahan partikulat dari aliran gas dengan menggabungkan partikel kedalam butiran liquid dengan bersebtuhan langsung.(T)

Pengendalian pencemaran udara dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. Pengendalian pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan. Di dalam sebuah pabrik kimia, pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar.

Alat-alat pemisah debu bertujuan untuk memisahkan debu dari alirah gas buang. Debu dapat ditemui dalam berbagai ukuran, bentuk, komposisi kimia, densitas, daya kohesi, dan sifat higroskopik yang berbeda. Maka dari itu, pemilihan alat pemisah debu yang tepat berkaitan dengan tujuan akhir pengolahan dan juga aspek ekonomis. Secara umum alat pemisah debu dapat diklasifikasikan menurut prinsip kerjanya:
·                Pemisah Brown
Alat pemisah debu yang bekerja dengan prinsip ini menerapkan prinsip gerak partikel menurut Brown. Alat ini dapat memisahkan debu dengan rentang ukuran 0,01 – 0,05 mikron. Alat yang dipatenkan dibentuk oleh susunan filamen gelas denga jarak antar filamen yang lebih kecil dari lintasan bebas rata-rata partikel.
·                Penapisan
      Deretan penapis atau filter bag akan dapat menghilangkan debu hingga 0,1 mikron. Susunan penapis ini dapat digunakan untuk gas buang yang mengandung minyak atau debu higroskopik.
Electrostatic Precipitator
·                Pengendap elektrostatik
Alat ini mengalirkan tegangan yang tinggi dan dikenakan pada aliran gas yang berkecepatan rendah. Debu yang telah menempel dapat dihilangkan secara beraturan dengan cara getaran. Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pengendap elektrostatik ini ialah didapatkannya debu yang kering dengan ukuran rentang 0,2 – 0,5 mikron. Secara teoritik seharusnya partikel yang terkumpulkan tidak memiliki batas minimum.

·                Pengumpul sentrifugal
Pemisahan debu dari aliran gas didasarkan pada gaya sentrifugal yang dibangkitkan oleh bentuk saluran masuk alat. Gaya ini melemparkan partikel ke dinding dan gas berputar (vortex) sehingga debu akan menempel di dinding serta terkumpul pada dasar alat. Alat yang menggunakan prinsip ini digunakan untuk pemisahan partikel dengan rentang ukuran diameter hingga 10 mikron lebih.

·                Pemisah inersia
Pemisah ini bekerja atas gaya inersia yang dimiliki oleh partikel dalam aliran gas. Pemisah ini menggunakan susunan penyekat sehingga partikel akan bertumbukan dengan penyekat dan akan dipisahkan dari aliran fasa gas. Alat yang bekerja berdasarkan prinsip inersia ini bekerja dengan baik untuk partikel yang berukuran hingga 5 mikron.

Solusi ;  Bersihkan dengan menggunakan mesin penghisap debu (vacuum cleaner), setidaknya seminggu atau dua minggu sekali, agar debu membandel bisa hilang tak bersisa.
- Bersihkan noda dengan handuk yang telah dicelupkan pada air panas, lalu letakan di atasnya. Ketika handuk sudah mengering, segera ganti dengan handuk basah lainnya. Gerakkan handuk dari tepi luar ke tengah area karpet.
- Jangan menggunakan alat pembersih rumah tangga, seperti sabun dan ammonia solution, yang biasa direkomendasikan untuk membersihkan barang tekstil.
- Membersihkan secara menyeluruh adalah kegiatan rutin yang harus dilakukan pada sebuah karpet.
- Coba hubungi beberapa perusahaan yang ahli dalam membersihkan bahan karpet. Perhatikan, bahwa asam dan zat kimia bisa berakibat pada perubahan warna.

Polutan: Printer

Printer bukanlah benda yang melulu mencetak laporan keuangan dan konfirmasi penerbangan Anda—namun juga merupakan benda yang menyemburkan mikropartikel dalam jumlah yang banyak dari tinta, toner, dan ozon, sebuah iritan paru-paru.

Solusi: gunakan printer Anda dalam area yang mempunyai ventilasi yang baik usahakan berada dalam jarak sekurangnya 10 feet dari printer tersebut ketika Anda bekerja dengan printer dalam waktu yang lama. Dan ingat mencetaklah dalam bentuk hitam putih saja, karena tinta warna memproduksi lebih banyak zat berbahaya. Untuk mengetahui apakah printer Anda tergolong printer high emitter atau bukan, kunjungi the International Laboratory for Air Quality and Health online di  www.ilaqh.qut.edu.au. 

Polutan: Debu

Rumput Tumbleweeds berwarna abu-abu yang berhasil masuk dan berputar-putar di kamar Anda dan di bawah tempat tidur Anda penuh dengan serbuk sari dan sel-sel kulit mati Anda dalam jumlah yang tak terhitung. Tumbleweeds adalah juga langkah pertama dalam mata rantai makanan bagi kutu dan serangga lainnya dan merupakan tempat bertumbuh bagi jamur. Semua itu bisa menimbulkan sakit kepala yang parah, terutama, bagi wanita yang cenderung alergi, kata May.



http://blogidaho.biz/tumbleweeds.jpg
rumput tumbleweeds 
(
http://blogidaho.biz/tumbleweeds.jpg)


Solusi: Bersihkan lantai Anda dengan alat penghisap debu yang dilengkapi dengan filter high-energy particulate airborne (HEPA) sekali seminggu, dan bersihkan semua permukaan lainnya dengan lap basah yang bersih (pastikan Anda membasahkan lap tersebut dengan air—jangan gunakan spray cleaner (pembersih semprot) karena banyak spray cleaner, terutama yang berbau wangi, mengandung zat- kimia yang berbahaya bagi paru-paru). Dan sekali sebulan, keringkan perlengkapan tidur Anda—bantal, selimut, selimut dari kapas—dengan menggunakanhot dryer; temperatur yang tinggi akan membunuh tungau dan tengu yang bersarang di dalamnya.

Polutan: Kotoran Sepatu

Ketika Anda jalan-jalan keluar rumah mencari atau mengintai sesuatu, ada kemungkinan Anda membawa pulang kotoran yang menjijikkan. Jalan setapak dan ladang kemungkinan dikotori oleh debu timbal, percikan cat, pupuk, dan kotoran hewan—yang bisa menempel di sepatu Anda. Faktanya, 80% eksposur pestisida kita dapatkan dari dalam ruangan (indoor), berkat kontaminan yang terbawa secara tidak sengaja, menurut  Badan Perlindungan Lingkungan.

Solusi: bersihkan sepatu Anda dengan cara menggosok-gosokkannya ke lap kaki yang kuat (yang terbuat dari sabut kelapa adalah yang terbaik). Sebelum memasuki ruangan, tinggalkansepatu Anda di atas lap kaki di depan pintu.

Polutan: Furniture

Kayu pres (pressed wood)—juga disebut papan partikel (particleboard) atau papan fiber (fiberboard)—sebenarnya adalah serpihan kayu yang direkatkan dengan lem atau resin. Harganya murah (seperti tempat buku dan meja), tetapi bisa menimbulkan formaldehyde, sebuah zat pengawet dan suspected carcinogen yang bisa menyebabkan timbulnya ruam, nausea, atau serangan astma, menurut EPA.


Solusi: Ventilasi, ventilasi, ventilasi. “Sebuah kipas angin murahan yang dipasang menghadap ke jendela bisa membersihkan udara dalam ruangan dalam hitungan menit.,” kata May. Atau gunakan kayu asli, khususnya untuk perabotan dapur dan kamar mandi, karena kelembaban bisa meningkatkan emisi. Jika Anda tidak bisa mendapatkan kayu asli, gunakanlah plywood, karena plywood melepas uap lebih sedikit.


Polutan: Jamur

Percaya atau tidak, sedikit jamur bisa bermanfaat: Di luar ruangan, jamur membantu men-dekomposisi benda-benda organik, kata ilmuwan udara dalam ruang Connie Morbach. “Tetapi ketika spora-spora jamur itu menjadi aktif oleh kelembaban ruangan, maka jamur-jamur itu bisa tumbuh di luar kontrol,” katanya menjelaskan. Fungus yang berlebihan bisa menimbulkan penyakit yang mengganggu seperti gatal-gatal pada mata dan gangguan pernapasan. Dan sedikit saja fungus yang berbahaya bisa menyerang sistem kekebalan tubuh Anda.

Solusi: Udara dalam ruangan yang mempunyai kelembaban 30 sampai 50 persen adalah nyaman bagi Anda namun tidak bagi jamur (belilah sebuah hygrometer digital untuk mengukur level ruangan Anda). Spora jamur menyukai ruangan yang gelap, sudut-sudut yang lembab, jadi bersihkan kulkas, tempat cuci, dan toilet Anda seminggu sekali dengan menggunakan deterjen perabotan dapur yang lunak atau menggunakan peroksida hydrogen cair. Pastikan semua perabotan Anda kering secara merata; jamur bisa tumbuh dalam tempo hanya 48 jam.

Mitigasi yaitu usaha untuk mengurangi dan / atau meniadakan korban dan kerugian yang mungkin timbul, maka titik berat perlu diberikan pada tahap sebelum terjadinya bencana, yaitu terutama kegiatan penjinakan / peredaman atau dikenal dengan istilah Mitigasi. Mitigasi pada prinsipnya harus dilakukan untuk segala jenis bencana, baik yang termasuk ke dalam bencana alam (natural disaster) maupun bencana sebagai akibat dari perbuatan manusia (man-made disaster).
Banyak sekali upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak dan mengurangi potensi terjadinya polusi udara, diantaranya:


§     Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang melakukan pencemaran udara.
§     Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell. 
§      Menghemat Energi yang digunakan.
§     Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
§     Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman penduduk. 
§     Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem. 
§     Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. 
§      Memperluas gerakan penghijauan.
§      Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
§     Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya. Menanam dan merawat tumbuhan di sekitar lingkungan kita. Berapa pun luas area kosong di rumah atau di tempat kerja kita, tanamilah dengan tumbuhan. Hal ini berguna untuk menyejukkan dan mengurangi jumlah polusi udara di sekitar kita. Jika lahan kosong benar-benar tidak ada, Anda bisa memelihara tanaman dalam pot dan meletakkannya atau bisa juga menggantungnya di teras atau beranda rumah. 
§     Gunakan kendaraan bermotor Anda, mobil ataupun motor, seefisian mungkin. Jika Anda memiliki 2 mobil, satu untuk Anda dan satu lagi milik pasangan Anda, kenapa tidak menggunakan satu saja? Anda bisa mengantar jemput pasangan sambil berangkat dan pulang kantor bukan?
§     Gunakan transportasi umum. Jika tidak perlu sekali, simpan kendaraan pribadi Anda di rumah dan gunakan transportasi umum yang ada. Ini akan membantu mengurangi jumlah kendaraan yang membuang polusinya setiap hari ke angkasa. 
§     Ikutlah komunitas bersepeda. Alat transportasi yang ramah lingkungan seperti sepeda akan sangat membantu untuk mengurangi polusi udara di kota, terlebih dengan bersepeda Anda juga sehat karena aktivitas ini bagus untuk jantung. 
§     Gunakan kendaraan yang ramah lingkungan seperti becak, sepeda, dokar atau delman. Jika menggunakan mobil atau motor, sebaiknya selalu lakukan pengecekan supaya mesin kendaraan bagus dan mengurangi polusi udara dengan memastikan emisi pembuangan di kendaraan Anda baik.
§     Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang mengandung asap serta gas-gas polutan lainnya agar tidak mencemarkan lingkungan.
§     Melakukan penyaringan asap sebelum asap dibuang ke udara dengan cara memasang bahan penyerap polutan atau saringan. 
§     Mengalirkan gas buangan ke dalam air atau dalam lauratan pengikat sebelum dibebaskan ke air. Atau dengan cara penurunan suhu sebelum gas buang ke udara bebas.
§     Membangun cerobong asap yang cukup tinggi sehingga asap dapat menembus lapisan inversi thermal agar tidak menambah polutan yang tertangkap di atas suatu pemukiman atau kita.  
§     mensosialisasikan pelajaran lingkungan hidup (PLH) di sekolah dan masyarakat.  
§     mewajibkan dilakukannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) bagi industri atau usaha yang menghasilkan limbah.
§     tidak membakar sampah di pekarangan rumah.  
§     tidak menggunakan kulkas yang memakai CFC (freon) dan membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari.
§     tidak merokok di dalam ruangan.  
§     menanam tanaman hias di pekarangan atau di pot-pot.
§     ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan.  
§     ikut memelihara dan tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung
§     tidak melakukan penebangan hutan, pohon dan tumbuhan liar secara sembarangan.
§     mengurangi atau menghentikan penggunaan zat aerosol dalam penyemprotan ruang.
§     menghentikan penggunaan busa plastik yang mengandung CFC.
§     mendaur ulang freon dari mobil yang ber-AC.  
§     mengurangi atau menghentikan semua penggunaan CFC dan CCl4
§     Melakukan uji emisi kendaraan dengan rutin 
§     Mengadakan acara car free day pada hari-hari tertentu 
§     Dispersi, jatuhan gravitasi, flokulasi, adsorpsi, pengipasan dan absorpsi merupakan mekanisme untuk mengurangi  pencemaran
§      Proses dispersi oleh angin akan menjadikan konsentrasi plutan mengecil dan jatunhan gravitasi untuk jatuhan partikel yang besar, demikian mekanisme lainnya yang juga sangat dipengaruhi oleh kondisi lainnya seperti hujan angin, adsorpsi dll. 
§     Pengendalian dengan dilusi kontaminan di atmosfir  dilakukan dengan menggunakan cerobong asap yang dapat dirancang berdasarkan sifat dispersi dan sifat atmosfir lokasi tempat pembuangan kontaminan ke udara. 
§     Pengendalian kontaminan dari sumbernya dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang telah dikembangkan seperti untuk pengendalian kontaminan partikulat dan gas. 
§     Centrifugal collector mengembangkan gaya sentrifugal pengganti gaya gravitasi untuk pemisahan partikel dari aliran gas. Karena gaya centrifugal dapat menghasilkan beberapa kali lebih besar dari gaya gravitasi dan partikel dapat dihilangkan/ dibawa kedalam collector centrifugal
§     Wet collector membersihkan bahan partikulat dari aliran gas dengan menggabungkan partikel kedalam butiran liquid dengan bersebtuhan langsung.




Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor75 Tahun2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok
Penerapan Kawasan Dilarang Merokok di dalamg gedung untuk Kawasan Monas (30 gedung), KawasanThamrin (21 Gedung) dan Kawasan Sudirman (59 Gedung).

•Ayat(2) : Pimpinan atau penanggung jawab tempat umum dan tempat kerja harus menyediakan tempat khusus untuk merokok serta
menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagiyang tidak merokok







Dalam tempat khusus untuk merokok harus dilengkapi alat penghisap udara atau memiliki system sirkulasi udara yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.






Pengendalian pencemaran udara dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. Pengendalian pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan. Di dalam sebuah pabrik kimia, pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar.

Alat-alat pemisah debu bertujuan untuk memisahkan debu dari alirah gas buang. Debu dapat ditemui dalam berbagai ukuran, bentuk, komposisi kimia, densitas, daya kohesi, dan sifat higroskopik yang berbeda. Maka dari itu, pemilihan alat pemisah debu yang tepat berkaitan dengan tujuan akhir pengolahan dan juga aspek ekonomis. Secara umum alat pemisah debu dapat diklasifikasikan menurut prinsip kerjanya:

·                Pemisah Brown
Alat pemisah debu yang bekerja dengan prinsip ini menerapkan prinsip gerak partikel menurut Brown. Alat ini dapat memisahkan debu dengan rentang ukuran 0,01 – 0,05 mikron. Alat yang dipatenkan dibentuk oleh susunan filamen gelas denga jarak antar filamen yang lebih kecil dari lintasan bebas rata-rata partikel.
·                Penapisan
      Deretan penapis atau filter bag akan dapat menghilangkan debu hingga 0,1 mikron. Susunan penapis ini dapat digunakan untuk gas buang yang mengandung minyak atau debu higroskopik.

Electrostatic Precipitator

·                Pengendap elektrostatik
Alat ini mengalirkan tegangan yang tinggi dan dikenakan pada aliran gas yang berkecepatan rendah. Debu yang telah menempel dapat dihilangkan secara beraturan dengan cara getaran. Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pengendap elektrostatik ini ialah didapatkannya debu yang kering dengan ukuran rentang 0,2 – 0,5 mikron. Secara teoritik seharusnya partikel yang terkumpulkan tidak memiliki batas minimum.

·                Pengumpul sentrifugal
Pemisahan debu dari aliran gas didasarkan pada gaya sentrifugal yang dibangkitkan oleh bentuk saluran masuk alat. Gaya ini melemparkan partikel ke dinding dan gas berputar (vortex) sehingga debu akan menempel di dinding serta terkumpul pada dasar alat. Alat yang menggunakan prinsip ini digunakan untuk pemisahan partikel dengan rentang ukuran diameter hingga 10 mikron lebih.

·                Pemisah inersia
Pemisah ini bekerja atas gaya inersia yang dimiliki oleh partikel dalam aliran gas. Pemisah ini menggunakan susunan penyekat sehingga partikel akan bertumbukan dengan penyekat dan akan dipisahkan dari aliran fasa gas. Alat yang bekerja berdasarkan prinsip inersia ini bekerja dengan baik untuk partikel yang berukuran hingga 5 mikron.
·                Pengendapan dengan gravitasi
Alat yang bekerja dengan prinsip ini memanfaatkan perbedaan gaya gravitasi dan kecepatan yang dialami oleh partikel. Alat ini akan bekerja dengan baik untuk partikel dengan ukuran yang lebih besar dari 40 mikron dan tidak digunakan sebagi pemisah debu tingkat akhir.
Di industri, terdapat juga beberapa alat yang dapat memisahkan debu dan gas secara bersamaan (simultan). Alat-alat tersebut memanfaatkan sifat-sifat fisik debu sekaligus sifat gas yang dapat terlarut dalam cairan. Beberapa metoda umum yang dapat digunakan untuk pemisahan secara simultan ialah:

Irrigated Cyclone Scrubber

·                Menara percik
Prinsip kerja menara percik ialah mengkontakkan aliran gas yang berkecepatan rendah dengan aliran air yang bertekanan tinggi dalam bentuk butiran. Alat ini merupakan alat yang relatif sederhana dengan kemampuan penghilangan sedang (moderate). Menara percik mampu mengurangi kandungan debu dengan rentang ukuran diameter 10-20 mikron dan gas yang larut dalam air.

·                Siklon basah
Modifikasi dari siklon ini dapat menangani gas yang berputar lewat percikan air. Butiran air yang mendandung partikel dan gas yang terlarut akan dipisahkan dengan aliran gas utama atas dasar gaya sentrifugal. Slurry dikumpulkan di bagian bawah siklon. Siklon jenis ini lebih baik daripada menara percik. Rentang ukuran debu yang dapat dipisahkan ialah antara 3 – 5 mikron.

·                Pemisah venturi
      Metode pemisahan venturi didasarkan atas kecepatan gas yang tinggi pada bagian yang disempitkan dan kemudan gas akan bersentuhan dengan butir air yang dimasukkan di daerah sempit tersebut. Alat ini dapat memisahakan partikel hingga ukuran 0,1 mikron dan gas yang larut di dalam air.

·                Tumbukan orifice plate
Alat ini disusun oleh piringan yang berlubang dan gas yang lewat orifis ini membentur lapisan air hingga membentuk percikan air. Percikan ini akan bertumbukkan dengan penyekat dan air akan menyerap gas serta mengikat debu. Ukuran partikel paling kecil yang dapat diserap ialah 1 mikron.

·                Menara dengan packing
Prinsip penyerapan gas dilakukan dengan cara mengkontakkan cairan dan gas di antara packing. Aliran gas dan cairan dapat mengalir secara co-current, counter-current, ataupun cross-current. Ukuran debu yang dapat diserap ialah debu yang berdiameter lebih dari 10 mikron.

·                Pencuci dengan pengintian
Prinsip yang diterapkan adalah pertumbuhan inti dengan kondensasi dan partikel yang dapat ditangani ialah partikel yang berdiameter hingga 0,01 mikron serta dikumpulkan pada permnukaan filamen.

·                Pembentur turbulen
Pembentur turben pada dasarnya ialah penyerapan partikel dengan cara mengalirkan aliran gas lewat cairan yang berisi bola-bola pejal. Partikel dapat dipisahan dari aliran gas karena bertumbukkan dengan bola-bola tersebut. Efisiensi penyerapan gas bergantung pada jumlah tahap yang digunakan.
Pemilihan Teknologi
Teknologi pengendalian harus dikaji secara seksama agar penggunaan alat tidak berlebihan dan kinerja yang diajukan oleh pembuat alat dapat dicapai dan memenuhi persyaratan perlindungan lingkungan dan disertai juga dengan perhitungan desain teknis rekayasa engineer serta analisa laboratorium dengan pengolahan data dari hasil verifikasi. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan teknologi pengendalian dan rancangan sistemnya ialah:
   1. watak gas buang atau effluent
   2. tingkat pengurangan limbah yang dibutuhkan
   3. teknologi komponen alat pengendalian pencemaran
   4. kemungkinan perolehan senyawa pencemar yang bernilai ekonomi


Zona C : Intensitas 50 – 60 dB. Zona yang diperuntukkan bagi perkantoran, Perdagangan dan pasar.

Tanaman merupakan penyerap karbondioksida (CO2) di udara. Bahkan beberapa diantara tanaman-tanaman itu sangat jago, mempunyai kemampuan besar, untuk menyerap karbondioksida (CO2). Pohon trembesi (Samanea saman) terbukti menyerap paling banyak karbondioksida. Dalam setahun, trembesi mampu menyerap 28.488,39 kg karbondioksida.

Sebagaimana diketahui, tumbuhan melakukan fotosistesis untuk membentuk zat makanan atau energi yang dibutuhkan tanaman tersebut. Dalam fotosintesis tersebut tumbuhan menyerap karbondioksida (CO2) dan air yang kemudian di rubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari. Kesemua proses ini berlangsung di klorofil. Kemampuan tanaman sebagai penyerap karbondioksida akan berbeda-beda.

Banyak faktor yang mempengaruhi daya serap karbondioksida. Diantaranya ditentukan oleh mutu klorofil. Mutu klorofil ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya magnesium yang menjadi inti klorofil. Semakin besar tingkat magnesium, daun akan berwarna hijau gelap.

Daya serap karbondioksida sebuah pohon juga ditentukan oleh luas keseluruhan daun, umur daun, dan fase pertumbuhan tanaman. Selain itu, Pohon-pohon yang berbunga dan berbuah memiliki kemampuan fotosintesis yang lebih tinggi sehingga mampu sebagai penyerap karbondioksida yang lebih baik. Faktor lainnya yang ikut menentukan daya serap karbondioksida adalah suhu, dan sinar matahari, ketersediaan air.

Trembesi Juara Pohon Penyerap Korbondioksida. Adalah Endes N. Dahlan, seorang dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor yang melakukan penelitian daya serap karbondioksida pada berbagai jenis pohon. Penelitian yang dilakukan pada 2007-2008 memberikan hasil bahwa trembesi (Samanea saman) terbukti menyerap paling banyak karbondioksida. Dalam setahun, trembesi mampu menyerap 28.488,39 kg karbondioksida.

Selain pohon trembesi, didapat juga berbagai jenis tanaman yang mempunyai kemampuan tinggi sebagai tanaman penyerap karbondioksida (CO2). Pohon-pohon itu diantaranya adalah cassia, kenanga, pingku, beringin, krey payung, matoa, mahoni, dan berbagai jenis tanaman lainnya.

Daftar Pohon Penyerap Karbondioksida. Berikut merupakan daftar tanaman yang mempunyai daya serap karbondioksida yang tinggi berdasarkan hasil riset Endes N. Dahlan. (No, nama pohon, nama latin, daya serap).
  1. Trembesi, Samanea saman, 28.488,39 kg/tahun
  2. Cassia, Cassia sp, 5.295,47 kg/tahun
  3. Kenanga, Canangium odoratum, 756,59 kg/tahun
  4. Pingku, Dyxoxylum excelsum, 720,49 kg/tahun
  5. Beringin, Ficus benyamina, 535,90 kg/tahun
  6. Krey payung, Fellicium decipiens, 404,83 kg/tahun
  7. Matoa, Pometia pinnata, 329,76 kg/tahun
  8. Mahoni, Swettiana mahagoni, 295,73 kg/tahun
  9. Saga, Adenanthera pavoniana, 221,18 kg/tahun
  10. Bungur, Lagerstroemia speciosa, 160,14 kg/tahun
  11. Jati, Tectona grandis, 135,27 kg/tahun
  12. Nangka, Arthocarpus heterophyllus, 126,51 kg/tahun
  13. Johar, Cassia grandis, 116,25 kg/tahun
  14. Sirsak, Annona muricata, 75,29 kg/tahun
  15. Puspa, Schima wallichii, 63,31 kg/tahun
  16. Akasia, Acacia auriculiformis, 48,68 kg/tahun
  17. Flamboyan, Delonix regia, 42,20 kg/tahun
  18. Sawo kecik, Maniilkara kauki, 36,19 kg/tahun
  19. Tanjung, Mimusops elengi, 34,29 kg/tahun
  20. Bunga merak, Caesalpinia pulcherrima, 30,95 kg/tahun
  21. Sempur, Dilenia retusa, 24,24 kg/tahun
  22. Khaya, Khaya anthotheca, 21,90 kg/tahun
  23. Merbau pantai, Intsia bijuga, 19,25 kg/tahun
  24. Akasia, Acacia mangium, 15,19 kg/tahun
  25. Angsana, Pterocarpus indicus, 11,12 kg/tahun
  26. Asam kranji, Pithecelobium dulce, 8,48 kg/tahun
  27. Saputangan, Maniltoa grandiflora, 8,26 kg/tahun
  28. Dadap merah, Erythrina cristagalli, 4,55 kg/tahun
  29. Rambutan, Nephelium lappaceum, 2,19 kg/tahun
  30. Asam, Tamarindus indica, 1,49 kg/tahun
  31. Kempas, Coompasia excelsa, 0,20 kg/tahun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerja Praktek (KP) dengan Tema PROPER

EKOLOGI