Sistem Transportasi
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Seiring
dengan perkembangan waktu, transportasi dan penggunaan lahan menjadi suatu
bagian yang tak terpisahkan. Dalam konteks perencanaan, transportasi dan dampak
bagi lingkungan memiliki tujuan yang terarah dan spesifik. Di dalam system
transportasi tujuan perencanaan adalah menyediakan fasilitas untuk pergerakan
penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Sekarang ini perkembangan
teknologi semakin pesat diberbagai Negara khususnya dibidang transportasi,
perkembangan ini muncul karena manusia menggunakan akalnya untuk
menemukan sebuah masalah yang dihadapinya untuk menciptakan kenyamanan,
semakin banyaknya kebutuhan akan pemuas kebutuhan baik kebutuhan Primer maupun
Sekunder semakin banyak pula pemikiran manusia yang akan muncul untuk menemukan
hal-hal baru yang belum ada sebelumnya.
Alat tranportasi salah satu kemajuan tehnologi yang sangat berpengaruh dalam kelancaran manusia bertransportasi, baik itu menggunakan mobil pribadi, taksi, bis, pesawat terbang, kapal laut dll, yang mana ini adalah hasil dari pemikiran akal manusia untuk mempermudah seseorang mencapai tujuan yang jaraknya jauh. Disamping memerpermudah perkembangan alat transportasi ini juga tentu menimbulkan dampak yang bersifat negatif karena tak selamanya perkembangan tehnologi mengagumkan faktanya tidak dapat dipungkiri alat transportasi sangat berpengaruh dalam pencemaran udara dan bahan bakaranya yang semakin berkurang.
Semakin dikurasnya bahan bakar dari alam ini tentu sangat berdampak pada generasi kedepannya yang tidak dapat merasakan minyak bumi ini karena bahan bakar atau minyak bumi merupakan hasil alam yang tidak dapat diperbaharui kemudian dalam hal ini perlu sebuah upaya mengatasi dampak dampak yang ditimbulkan oleh alat tranportasi baik dampaknya terhadap alam atau lingkungan.
Alat tranportasi salah satu kemajuan tehnologi yang sangat berpengaruh dalam kelancaran manusia bertransportasi, baik itu menggunakan mobil pribadi, taksi, bis, pesawat terbang, kapal laut dll, yang mana ini adalah hasil dari pemikiran akal manusia untuk mempermudah seseorang mencapai tujuan yang jaraknya jauh. Disamping memerpermudah perkembangan alat transportasi ini juga tentu menimbulkan dampak yang bersifat negatif karena tak selamanya perkembangan tehnologi mengagumkan faktanya tidak dapat dipungkiri alat transportasi sangat berpengaruh dalam pencemaran udara dan bahan bakaranya yang semakin berkurang.
Semakin dikurasnya bahan bakar dari alam ini tentu sangat berdampak pada generasi kedepannya yang tidak dapat merasakan minyak bumi ini karena bahan bakar atau minyak bumi merupakan hasil alam yang tidak dapat diperbaharui kemudian dalam hal ini perlu sebuah upaya mengatasi dampak dampak yang ditimbulkan oleh alat tranportasi baik dampaknya terhadap alam atau lingkungan.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apakah transportasi itu ?
2. Perbedaan alat transportasi di
negara maju dengan negara berkembang ?
3. Bagaimana dampak yang
ditimbulkan dari alat transportasi terhadap lingkungan ?
4. Bagaimana upaya mengatasi
masalah yang timbulkan oleh alat transportasi ?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui perkembangan
transportasi pada zaman sekarang.
2. Untuk mengetahui
perbedaan alat transportasi di negara maju dengan negara berkembang
3. Untuk mengetahui
dampak yang ditimbulkan alat transportasi terhadap lingkungan.
4. Untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang dapat
dilakukan untuk mengatasi masalah yang
ditimbulkan oleh alat transportasi.
BAB II
PEMBAHASAN
TRANSPORTASI
A.
TRANSPORTASI (PERANGKUTAN)
·
Pengertian Transportasi
Transportasi atau perangkutan adalah
perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat
pengangkutan, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan (kuda, sapi,
kerbau), atau mesin. Konsep transportasi didasarkan pada adanya perjalanan
antara asal dan tujuan. Perjalanan adalah pergerakan orang dan barang antara
dua tempat kegiatan yang terpisah untuk melakukan kegiatan perorangan atau
kelompok dalam masyarakat. Perjalanan dilakukan melalui suatu lintasan tertentu
yang menghubungkan asal dan tujuan, menggunakan alat angkut atau kendaraan
dengan kecepatan tertentu. Jadi perjalanan adalah proses perpindahan dari satu
tempat ke tempat yang lain.
·
Usur-Unsur Dasar Transportasi
Ada
lima unsur pokok transportasi, yaitu:
- Manusia, yang membutuhkan
transportasi
- Barang, yang diperlukan manusia
- Kendaraan, sebagai sarana
transportasi
- Jalan, sebagai prasarana
transportasi
- Organisasi, sebagai pengelola
transportasi
Pada dasarnya, ke lima unsur di atas
saling terkait untuk terlaksananya transportasi, yaitu terjaminnya penumpang
atau barang yang diangkut akan sampai ke tempat tujuan dalam keadaan baik
seperti pada saat awal diangkut. Dalam hal ini perlu diketahui terlebih dulu
ciri penumpang dan barang, kondisi sarana dan konstruksi prasarana, serta
pelaksanaan transportasi.
·
Moda Transportasi
Moda
transportasi terbagi atas tiga jenis moda, yaitu:
- Transportasi darat: kendaraan
bermotor, kereta api, gerobak yang ditarik oleh hewan (kuda, sapi,
kerbau), atau manusia. Moda transportasi darat dipilih berdasarkan
faktor-faktor: - Jenis dan spesifikasi kendaraan
- Jarak perjalanan
- Tujuan perjalanan
- Ketersediaan modal
- Ukuran kota dan kerapatan permukiman
- Faktor sosial-ekonomi - Transportasi air (sungai,
danau, laut): kapal, tongkang, perahu, rakit.
- Transportasi udara: pesawat
terbang. Transportasi udara dapat menjangkau tempat tempat yang tidak
dapat ditempuh dengan moda darat atau aut, di samping mampu bergerak lebih
cepat dan mempunyai lintasan yang lurus, serta praktis bebas hambatan.
·
Fungsi dan Manfaat Transportasi
1.
Fungsi Transportasi (Regional dan Lokal) Transportasi perlu
untuk mengatasi kesenjangan jarak dan komunikasi antara tempat asal dan tempat
tujuan. Untuk itu dikembangkan sistem transportasi dan komunikasi, dalam wujud
sarana (kendaraan) dan prasarana (jalan). Dari sini timbul jasa angkutan untuk
memenuhi kebutuhan perangkutan (trans-portasi) dari satu tempat ke tempat lain.
Di sini terlihat, bahwa transportasi dan tata guna lahan merupakan dua hal yang
tidak dapat dipisahkan. Kegiatan transportasi yang diwujudkan dalam bentuk lalu
lintas kendaraan, pada dasarnya merupakan kegiatan yang menghubungkan dua
lokasi dari tata guna lahan yang mungkin sama atau berbeda. Memindahkan orang
atau barang dari satu tempat ke tempat lain, berarti memindahkannya dari satu
tata guna lahan ke tata guna lahan yang lain, yang berarti pula mengubah nilai
ekonomi orang atau barang tersebut. Transportasi dengan demikian merupakan
bagian dari kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan manusia
dengan cara mengubah letak geografis barang atau orang. Jadi salah satu tujuan
penting dari perencanaan tata guna lahan atau perencanaan sistem transportasi,
adalah menuju ke keseimbangan yang efisien antara potensi tata guna lahan
dengan kemampuan transportasi. Untuk wilayah perkotaan, transportasi memegang
peranan yang cukup menentukan. Suatu kota yang baik dapat ditandai, antara lain
dengan melihat kondisi transportasinya. Transportasi yang baik, aman, dan
lancar selain mencerminkan keteraturan kota, juga memperlihatkan kelancaran
kegiatan perekonomian kota. Perwujudan kegiatan transportasi yang baik adalah
dalam bentuk tata jaringan jalan dengan segala kelengkapannya, berupa
ramburambu lalu lintas, marka jalan, penunjuk jalan, dan sebagainya. Selain kebutuhan
lahan untuk jalur jalan, masih banyak lagi kebutuhan lahan untuk tempat parkir,
terminal, dan fasilitas angkutan lainnya. Perkembangan teknologi di bidang
transportasi menuntut adanya perkembangan teknologi prasaranatransportasi
berupa jaringan jalan. Sistem trans-portasi yang berkembang semakin cepat
menuntut perubahan tata jaringan jalan yang dapat menampung kebutuhan lalu
lintas yang berkembang tersebut. Perkembangan tata jaringan jalan baru akan
membutuhkan ketersediaan lahan yang lebih luas, seperti antara lain untuk
pelebaran jalan, sistem persimpangan tidak sebidang, jalur pemisah, dan
sebagainya. Kebutuhan lahan yang sangat luas untuk sistem transportasi
(terutama transportasi darat) ini mempunyai pengaruh besar terhadap pola tata
guna lahan, terutama di daerah perkotaan. Di sini masalah lingkungan perlu
diperhatikan. Perubahan tata guna lahan akan -berpengaruh terhadap kondisi
fisik tanah (terutama muka air tanah), serta masalah sosial dan ekonomi,
sehingga perlu dilakukan studi yang bersifat komprehensif lebih dahulu
(menyangkut masalah lingkungan).
2. Manfaat Transportasi. Meliputi
manfaat sosial, ekonomi, politik, dan fisik.
·
Manfaat Sosial.
Dalam kehidupan sosial / bermasyarakat ada bentuk-bentuk hubungan yang bersifat resmi, seperti hubungan antara lembaga pemerintah dengan swasta, maupun hubungan yang bersifat tidak resmi, seperti hubungan keluarga, sahabat, dan sebagainya. Untuk kepentingan hubungan sosial ini, transportasi sangat membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan, seperti:
Dalam kehidupan sosial / bermasyarakat ada bentuk-bentuk hubungan yang bersifat resmi, seperti hubungan antara lembaga pemerintah dengan swasta, maupun hubungan yang bersifat tidak resmi, seperti hubungan keluarga, sahabat, dan sebagainya. Untuk kepentingan hubungan sosial ini, transportasi sangat membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan, seperti:
- Pelayanan untuk perorangan maupun kelompok
- Pertukaran dan penyampaian informasi
- Perjalanan pribadi maupun sosial
- Mempersingkat waktu tempuh antara rumah dan tempat bekerja
- Mendukung perluasan kota atau penyebaran penduduk menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil.
- Pertukaran dan penyampaian informasi
- Perjalanan pribadi maupun sosial
- Mempersingkat waktu tempuh antara rumah dan tempat bekerja
- Mendukung perluasan kota atau penyebaran penduduk menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil.
·
ManfaatEkonomi.
Manusia memanfaatkan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhannya akan pangan, sandang, dan papan. Sumberdaya alam ini perlu diolah melalui proses produksi untuk menjadi bahan siap pakai yang perlu dipasarkan, di mana terjadi proses tukarmenukar antara penjual dan pembeli. Produksi merupakan bagian dari kegiatan ekonomi, di mana sumberdaya alam dan sumberdaya manusia dipadukan untuk menghasilkan barang yang dapat dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kegiatan ekonomi adalah gabungan dari tiga “faktor produksi”, yaitu: tanah (bumi), tenaga kerja, dan modal. Tanah bagi ahli ekonomi berarti semua sumber daya alam non manusia, dan modal berarti semua peralatan, perlengkapan, teknologi, dsb. Tujuan dari kegiatan ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia dengan menciptakan manfaat. Transportasi adalah salah satu jenis kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kebutuhan manusia melalui cara mengubah letak geografi orang maupun barang. Dengan transportasi, bahan baku dibawa ke tempat produksi, dan dengan transportasi pula hasil produksi dibawa ke pasar. Para konsumen datang ke pasar atau tempat-tempat pelayanan yang lain (rumah sakit, pusat rekreasi, dan seterusnya) dengan menggunakan transportasi.
Manusia memanfaatkan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhannya akan pangan, sandang, dan papan. Sumberdaya alam ini perlu diolah melalui proses produksi untuk menjadi bahan siap pakai yang perlu dipasarkan, di mana terjadi proses tukarmenukar antara penjual dan pembeli. Produksi merupakan bagian dari kegiatan ekonomi, di mana sumberdaya alam dan sumberdaya manusia dipadukan untuk menghasilkan barang yang dapat dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kegiatan ekonomi adalah gabungan dari tiga “faktor produksi”, yaitu: tanah (bumi), tenaga kerja, dan modal. Tanah bagi ahli ekonomi berarti semua sumber daya alam non manusia, dan modal berarti semua peralatan, perlengkapan, teknologi, dsb. Tujuan dari kegiatan ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia dengan menciptakan manfaat. Transportasi adalah salah satu jenis kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kebutuhan manusia melalui cara mengubah letak geografi orang maupun barang. Dengan transportasi, bahan baku dibawa ke tempat produksi, dan dengan transportasi pula hasil produksi dibawa ke pasar. Para konsumen datang ke pasar atau tempat-tempat pelayanan yang lain (rumah sakit, pusat rekreasi, dan seterusnya) dengan menggunakan transportasi.
·
Manfaat Politik.
Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, maka transportasi memegang peranan penting, antara lain dari segi politik. Beberapa manfaat politik dari transportasi, adalah:
- Transportasi menciptakan persatuan nasional yang semakin kuat dengan meniadakan isolasi.
- Transportasi mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat dapat dikembangkan atau diperluas secara lebih merata pada setiap bagian wilayah negara.
- Keamanan negara sangat tergantung pada transportasi yang efisien untuk memudahkan mobilisasi kemampuan dan ketahanan nasional, serta memungkinkan perpindahan pasukan selama masa perang atau untuk menjaga keamanan dalam negeri.
- Sistem transportasi yang efisien memungkinkan perpindahan penduduk dari daerah bencana.
Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, maka transportasi memegang peranan penting, antara lain dari segi politik. Beberapa manfaat politik dari transportasi, adalah:
- Transportasi menciptakan persatuan nasional yang semakin kuat dengan meniadakan isolasi.
- Transportasi mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat dapat dikembangkan atau diperluas secara lebih merata pada setiap bagian wilayah negara.
- Keamanan negara sangat tergantung pada transportasi yang efisien untuk memudahkan mobilisasi kemampuan dan ketahanan nasional, serta memungkinkan perpindahan pasukan selama masa perang atau untuk menjaga keamanan dalam negeri.
- Sistem transportasi yang efisien memungkinkan perpindahan penduduk dari daerah bencana.
·
Manfaat Fisik.
Transportasi mendukung perkembangan kota dan wilayah sebagai sarana penghubung. Rencana tata guna lahan kota harus didukung secara langsung oleh rencana pola jaringan jalan yang merupakan rincian tata guna lahan yang direncanakan. Pola jaringan jalan yang baik akan mempengaruhi perkembangan kota yang direncanakan sesuai dengan rencana tata guna lahan. Ini berarti transportasi mendukung penuh perkembangan fisik suatu kota atau wilayah.
Transportasi mendukung perkembangan kota dan wilayah sebagai sarana penghubung. Rencana tata guna lahan kota harus didukung secara langsung oleh rencana pola jaringan jalan yang merupakan rincian tata guna lahan yang direncanakan. Pola jaringan jalan yang baik akan mempengaruhi perkembangan kota yang direncanakan sesuai dengan rencana tata guna lahan. Ini berarti transportasi mendukung penuh perkembangan fisik suatu kota atau wilayah.
B.
perbedaan alat transportasi di negara maju
dengan negara berkembang
Jika
melihat kondisi di negara-negara besar yang leih maju, seperti di New york,
Tokyo, Singapura, dan lain lain fenomena kemacetan sangatlah jarang ditemui
bahkan hampir tidak pernah terjadi. Sekalipun terjadi, kemacetan tersebut hanya
berlangsung sekitar 20-30 menit. Beberapa perbandingan yang dapat diambil dalam
faktor penyebab kemacetan antara lain:
1.
Jumlah kendaraan yang melebihi
kapasitas (over capacity)
Berdasarkan
data statistik, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia semakin bertambah dengan
rata-rata pertumbuhan 10% - 12% setiap tahunnya. Untuk mengatasi permasalahan ini ada dua
cara yang dapat dilakukan, yaitu: Penambahan jumlah ruas jalan atau mengurangi
jumlah kendaraan , tetapi kedua hal tersebut tidak efektif karena :
a.
Untuk menambah ruas jalan maka diperlukan perlebaran jalan
atau pembebasan lahan untuk membuka jalan baru, sementara mayoritas lahan di
kota-kota besar sudah terbangun dan akan sangat membutuhkan dana yang besar
untuk melakukan pembebasan tanah di sana.
b.
Pengurangan jumlah kendaaaran terkait dengan pengurang
jumlah kendaraan di titik rawan kemacetan padahal hal tersebut tergantung pada
pilihan masyarakat yang menggunakan jalan dan mungkin menyebabkan distribusi
kemacetan di tempat-tempat yang lain.
2. Infrastruktur jalan yang kurang memadai Jalan merupakan innfrastruktur yang
berperan penting dalam pembangunan nasional. Hal ini dikarenakan, dengan adanya
jalan maka mobilitas orang maupun distribusi barang dan jasa dapat berjalan
lancar. Namun, dalam perkembangannya, ternyata pembangunan infrastruktur jalan
di Indonesia masih berjalan lamban dan bahkan kondisinya adalah terburuk di
Asia Tenggara. Hal ini juga diungkapkan oleh ADB (Asian Development
Bank) bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kepadatan
jalan tertinggi di antara negara-negara maju. Selain itu, jalan-jalan di
Indoneia juga kurang dalam hal keamanannya. Hal ini dikarenaka jalan-jalan di
Indonesia tidak memiliki pembatas antara jalan untuk kendaraan bermotor dengan
sepeda atau pejalan kaki. Berbeda dengan jalan-jalan di negara lain, Jepang
misalnya, yang dimana sudah terdapat jalan khusus untuk pejalan kaki dan
pengguna sepeda sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjaga.
3. Transportasi publik yang kurang diminati Transportasi publik merupakan
transportasi yang bersifat umum seperti kereta api, bus, pesawat terbang, taksi
dan lain-lain. Di Indonesia dalam kehidupan sehari-hari transportasi publik ini
cenderung kurang diminati dibanding di negara lain karena kondisi transportasi
publik kurang aman dan nyaman, biaya sosial ekonomi yang masih tinggi,
kecenderuangan tidak tepat waktu dan kurang terpadu dalam pengelolaannya.
Berbeda dengan Singapura, meskipun sama-sama di negara Asia Tenggara tetapi
Singapura sudah memiliki system transportasi publik yang maju dan merupakan
salah satu negara dengan transportasi publik terbaik di dunia. Hal ini
dikarenakan, moda transportasi di negeri ini tersedia secara efisien dan tepat
waktu dengan teknologi yang cukup canggih. Selain itu juga disertai dengan
informasi rute serta penunjuk lain yang sangat jelas serta mudah di temukan.
Meskipun ada beragam moda transportasi, tapi setiap moda tersebut dikelola
secara terpadu, mulai dari taksi, MRT, LRT, dan bus. Taksi di sana diatur
dengan sangat baik oleh pemerintah mulai dari pengenaan tarif awal yang
ditetapkan, tarif surecharge (biaya tambahan), hingga menjadi syarat supir
taksi yang benar-benar ketat, semuanya di atur oleh pemerintah. Begitu juga
bus, meskipun ada beberapa perusahaan yang mengoperasikan bus tetapi pelayanan,
biaya, dan sistem yang digunakan tetap sama. Selain itu, bus disana juga
dikelola dengan sangat baik dan terpadu dengan moda transportasi lain seperti
MRT, LRT sehingga masyarakat yang ingin ke kantor menggunakan MRT tetapi
rumahya jauh dari stasiun maka menaiki bus kota dari halte terdekat. Dan kemudian
dapat diteruskan dengan perjalanan MRT dengan tepat waktu karena bus-bus
tersebut datang dan berangkat sesuai dengan waktu yang ditetapkan.
Sementara di Indonesia, sistem
transportasi kurang terintegrasi dan dimanajemen dengan baik. Misalnya, ketika
keluar dari halte bus way kita akan merasa kebingungan ketika harus melanjutkan
perjalanan ke suatu tempat yang jauh dari halte karena tidak adanya moda
transportasi publik lain yang bisa digunakan. Atau ketika telah keluar dari
stasiun seseorang akan merasa dirugikan karena harus menunggu supir bus untuk
naik ke tempat tujuan. Kondisi moda transportasi publik yang kurang nyaman
karena kurang terjaganya kebersihan atau kurang layak pakai. Oleh karena itu,
hal yang perlu dilakukan saaat ini untuk mengatasi masalah kemacetan di
Indonesia khususnya dikota-kota besar adalah bukan dengan membatasi jumlah
kendaraan bermotor melainkan melakukan manajemen transportasi publik. Manajemen
transportasi publik adalah suatu bentuk pengaturan moda transportasi massal
guna mengatasi permasalah-permasalahan transportasi terutama kecamatan khususya
dikota-kota besar sebagai salah satu bentuk menajemen-menajemen kota demi
mengwujudkan kota yang nyaman dan teratur. Meskipun saat ini di Indonesia sudah
ada transportasi publik tetapi sering kali gagal karena manajemennya yang
kurang tepat dan tidak terintegrasi dengan baik. Oleh karena itu, strategi yang
dapat dilakukan auntuk mewujudkan manajemen transportasi terintegrasi antara
lain :
a.
Meningkatkan
kualitas moda transportasi massal dengan membangun kerjasama pemerintah dengan
swasta dan masyarakat.
Kualitas moda transportasi massal di
Indonesia saat ini perlu ditingkatkan. Hal ini mengingat cukup banyak moda
transportasi massal yang kondisinya benar-benar meprihatinkan, baik dari segi
kebersihan maupun kelayakan khususnya `moda yang mengakomodasi masyarakat kalangan
menengah kebawah.
b.
Mengintegrasikan moda transportasi massal secara terpadu.
Mengintegrasikan moda transportasi
massal secara terpadu disini adalah mengelola seluruh transportasi massal agar
masing-masing moda transportasi massal yang ada dapat saling menunjang satu
sama lain dan tidak ada yang saling mematikan satu sama lain.
C.
Dampak alat transportasi terhadap lingkungan
Dampak yang ditimbulkan alat
transportasi, dalam perkembangannya ada dampak positif dan ada negatif nya bagi
manusia. Dengan banyaknya jenis alat transportasi yang memerlukan minyak bumi
sebagai alat penggeraknya diberbagai Negara tentu hal ini sangat berpengaruh
pada lingkungan, kemudian asap-asap yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor
yang mengakibatkan polusi udara diperkotaan, namun berpindah dari hal itu alat
transportasi juga memiliki dampak positif pada kenyamanan bertransportasi.
Dampak positif :
1. Bagi masyarakat pedesaan, alat transportasi akan terasa sangat penting untuk menghubungkan mereka kekota atau kedaerah lain dalam memenuhi segala kebutuhannya. Jarak desa dengan kota yang jauh akan menjadi penghambat terhadap pertumbuhan desa. Tanpa adanya alat tranportasi semuanya akan terasa sangat sulit.
2. Menghemat waktu, dalam perjalanan ketempat yang jaraknya jauh.
3. Pencemaran udara yang diakibatkan alat-alat transportasi selain memberikan dampak negatif, juga dapat memberikan dampak positif antara lain, lahar dan partikulat-partikulat yang disemburkan gunung berapi yang meletus, bila sudah dingin menyebabkan tanah menjadi subur, pasir dan batuan yang dikeluarkan gunung berapi yang meletus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.
4. Gas karbon monoksida bila bereaksi dengan oksigen di udara menghasilkan gas karbon dioksida bisa dimanfaatkan bagi tumbuh-tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat yang sangat berguna bagi makhluk hidup.
Dampak positif :
1. Bagi masyarakat pedesaan, alat transportasi akan terasa sangat penting untuk menghubungkan mereka kekota atau kedaerah lain dalam memenuhi segala kebutuhannya. Jarak desa dengan kota yang jauh akan menjadi penghambat terhadap pertumbuhan desa. Tanpa adanya alat tranportasi semuanya akan terasa sangat sulit.
2. Menghemat waktu, dalam perjalanan ketempat yang jaraknya jauh.
3. Pencemaran udara yang diakibatkan alat-alat transportasi selain memberikan dampak negatif, juga dapat memberikan dampak positif antara lain, lahar dan partikulat-partikulat yang disemburkan gunung berapi yang meletus, bila sudah dingin menyebabkan tanah menjadi subur, pasir dan batuan yang dikeluarkan gunung berapi yang meletus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.
4. Gas karbon monoksida bila bereaksi dengan oksigen di udara menghasilkan gas karbon dioksida bisa dimanfaatkan bagi tumbuh-tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat yang sangat berguna bagi makhluk hidup.
Dampak negatif :
1. Minyak bumi pada saat ini masih merupakan sumber daya alam yang paling utama untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Hal ini dapat disaksikan bahwa segala mesin, kereta api, kapal laut, pesawat terbang, mobil, semua alat transportasi ,merupakan sarana transportasi yang menggunakan bahan bakar minyak bumi, sedangkan minyak bumi adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable) jika ini terus dikuras habis, maka lingkungan yang ideal yang tak kan pernah dirasakan oleh generasi yang akan datang.
2. Dengan perkembangan tehnologi, perubahan alam menjadi tidak estetis, misalnya: asap kendaraan bermotor yang bercampur dengan debu akan membentuk oksidasi nitrogen di udara sehingga akan terbentuk awan kecoklatan, hal ini sangat mengganggu pada waktu menikmat keindahan alam. Adanya kapal pengangkutan minyak yang bocor atau meledak dilautan dapat mengganggu keindahan taman laut.
3. Pencemaran udara adalah hadirnya di dalam atmosfer / udara luar, satu atau lebih kontaminan (bahan pencemar) udara, atau kombinasinya dalam jumlah dan waktu sedemikian yang cenderung melukai / menyakiti manusia, tanaman, hewan, atau benda milik manusia. Pencemaran udara akibat transportasi terutama terpusat di sekitar daerah perkotaan dan pada prinsipnya disebabkan oleh lalu lintas di perkotaan. Kendaraan bermotor yang berhenti dan mulai berjalan (di kebanyakan jalan-jalan arteri kota) pengaruh yang sangat besar dalam emisi gas-gashidrokarbon dan karbon monoksida dari kendaraan. Dispersi pencemaran udara tergantung pada beberapa kondisi, seperti meteorologi, topografi, dan aerografi dari daerah perkotaan. Polutan (bahan pencemar) yang dominan adalah CO, SOx, NOx, THC (Total Hydro Carbon), dan TSP (Total Suspended Particulate) atau debu partikulat, dengan kontribusi CO, NOx, dan hidrokarbon berasal dari transportasi, SOx dari kegiatan industri, dan TSP umumnya dari kegiatan permukiman. Pencemaran udara di banyak kota-kota besar pada umumnya berhubungan dengan pembangunan dari kegiatan-kegiatan di sektor transportasi dan industri, meskipun sektor perdagangan dan permukiman tetap memberikan kontribusi yang cukup besar pula.
Dampak memberikan pengaruh yang merugikan bagi kesehatan manusia, bukan saja dengan terhisap langsung, tetapi juga dengan cara-cara pemaparan lainnya seperti: meminum air yang terkontaminasi dan melalui kulit. Pengaruh-pengaruh langsung dari polusi udara terhadap kesehatan manusia tergantung pada; intensitas dan lamanya pemaparan, juga status kesehatan penduduk yang terpapar.
4. Gangguan Bising
Bising adalah bunyi yang tidak dikehendaki, atau tenaga getaran yang tidak terkendali. Umumnya ada tiga sumber kebisingan :
a. Kebisingan lalu lintas/transportasi
b. Kebisingan pekerjaan atau industri
c. Kebisingan penduduk/permukiman
Semua kebisingan tersebut dapat menghasilkan kerusakan fisik dan psikologis. Kebisingan lalu lintas adalah konstan dan menyebar luas, karena itu menimbulkan masalah-masalah yang lebih serius. Pada umumnya kecepatan kendaraan yang lebih tinggi akan menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih tinggi pula, dan permukaan jalan yang makin kasar juga akan menghasilkan kebisingan yang makin tinggi. Bunyi yang paling keras ditimbulkan di daerah persimpangan dengan adanya kendaraan yang berhenti atau mengerem, serta kendaraan yang mulai berjalan. 5. Berkurangnya lahan-lahan pertanian yang produktif karena dipakai untuk menampung kebutuhan akan jasa tranportasi seperti terminal, landasan kapal terbang atau parker kendaraan.
6. Tingginya Kadar Pulotan akibat emisi (pelepasan) dari asap kendaraan bermotor. Hal ini menjadi ancaman serius bila dibiarkan begitu saja, bukan saja bagi lingkungan yang kita diami, lebih jauh ini bisa mengakibatkan menurunnya derajat kesehatan masyarakat dengan terjangkitnya penyakit saluran pernapasan akibat polusi udara.
D. Upaya mengatasi masalah
yang timbulkan oleh alat transportasi
Alat
Transportasi telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat modern, apalagi
jika menyangkut transportasi publik, ketersedian transportasi publik yang
komperhensif akan sangat mempengaruhi mobilitis sebuah kota. Apalagi
pengaruhnya terhadap lingkungan disekitarnya, dikebanyakan kota besar di
seantero dunia hal ini menjadi masalah serius maka dari itu diperlukan sebuah
upaya untuk mengatasi lingkungan hidup yang ditimbulkan alat transportasi.
Berbagai aktivitas manusia membutuhkan energi, seperti batu bara, minyak bumi, air, sinar matahari, angin dll. Permasalahan global saat ini adalah semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dunia sementara kebutuhan bahan bakar harus tersedia.
Usaha Mengurangi Tingkat Pencemaran Udara Akibat Transportasi
Pencemaran udara di perkotaan didominasi oleh transportasi kendaraan bermotor, sehingga usaha yang lebih efektif dalam mengurangi pencemaran udara di perkotaan adalah dengan memperkecil emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:
a. Menggalakkan pemakaian sepeda dan mengembangkan sistem angkutan massal perkotaan.
b. Mengurangi kendaraan bermotor (mobil)
c. Mengubah mesin kendaraan bermotor
d. Menggunakan bahan bakar alternatif (mis. gas) yang ramah lingkungan
Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di perkotaan dapat dilakukan dengan berbagai usaha, seperti:
- tidak membangun jalan-jalan baru
- menaikkan harga bahan bakar secara drastis
- menyediakan jalur khusus untuk kendaraan umum (bis, taksi) dan sepeda, khususnya padajam-jam sibuk/padat lalu lintas
- mengenakan biaya tol jalan atau jembatan yang lebih tinggi pada jam-jam sibuk
- menghapuskan atau mengurangi biaya tol jalan atau jembatan untuk kendaraan dengan tiga atau lebih penumpang
- mengenakan pajak untuk tempat-tempat parkir kendaraan
- meniadakan beberapa tempat parkir di pusat kota
- mengenakan pajak yang tinggi untuk kendaraan yang bolak-balik (commuters)
- melarang kendaraan bermotor pada beberapa jalan atau pada daerah tertentu
Berbagai aktivitas manusia membutuhkan energi, seperti batu bara, minyak bumi, air, sinar matahari, angin dll. Permasalahan global saat ini adalah semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dunia sementara kebutuhan bahan bakar harus tersedia.
Usaha Mengurangi Tingkat Pencemaran Udara Akibat Transportasi
Pencemaran udara di perkotaan didominasi oleh transportasi kendaraan bermotor, sehingga usaha yang lebih efektif dalam mengurangi pencemaran udara di perkotaan adalah dengan memperkecil emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:
a. Menggalakkan pemakaian sepeda dan mengembangkan sistem angkutan massal perkotaan.
b. Mengurangi kendaraan bermotor (mobil)
c. Mengubah mesin kendaraan bermotor
d. Menggunakan bahan bakar alternatif (mis. gas) yang ramah lingkungan
Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di perkotaan dapat dilakukan dengan berbagai usaha, seperti:
- tidak membangun jalan-jalan baru
- menaikkan harga bahan bakar secara drastis
- menyediakan jalur khusus untuk kendaraan umum (bis, taksi) dan sepeda, khususnya padajam-jam sibuk/padat lalu lintas
- mengenakan biaya tol jalan atau jembatan yang lebih tinggi pada jam-jam sibuk
- menghapuskan atau mengurangi biaya tol jalan atau jembatan untuk kendaraan dengan tiga atau lebih penumpang
- mengenakan pajak untuk tempat-tempat parkir kendaraan
- meniadakan beberapa tempat parkir di pusat kota
- mengenakan pajak yang tinggi untuk kendaraan yang bolak-balik (commuters)
- melarang kendaraan bermotor pada beberapa jalan atau pada daerah tertentu
Selanjutnya usaha mengubah mesin kendaraan
bermotor agar gas buang yang dihasilkan lebih sedikit mencemari udara, dapat
dilakukan dengan antara lain:
a. Mengubah mesin pembakar dalam, hingga penggunaan bahan bakar berkurang dan polusinya lebih sedikit.
b. Memakai mesin yang lebih efisien tenaganya, hingga polusi yang dihasilkan juga lebih sedikit.
c. Mengurangi berat kendaraan dengan memakai lebih banyak bahan plastik dan logam ringan untuk badan kendaraan
a. Mengubah mesin pembakar dalam, hingga penggunaan bahan bakar berkurang dan polusinya lebih sedikit.
b. Memakai mesin yang lebih efisien tenaganya, hingga polusi yang dihasilkan juga lebih sedikit.
c. Mengurangi berat kendaraan dengan memakai lebih banyak bahan plastik dan logam ringan untuk badan kendaraan
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
·
Transportasi atau perangkutan adalah suatu perpindahan dari
suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkutan, baik yang
digerakkan oleh tenaga manusia, hewan (kuda, sapi, kerbau), atau mesin. Seiring
berkembangnya waktu, alat transportasi telah berkembang menjadi alat yang
sangat modern dan menunjang kehidupan manusia didalam kehidupan sehari-hari
baik dari segi ekonomi,fisik, dan politik
·
Perkembangan alat
transportasi di negara berkembang belum sebanding dengan perkembangan transportasi
yang ada di negara maju. Hal ini dikarenakan adanya beberapa factor seperti
sarana infrastruktur yang ada belum memadai, kondisi keamanan dan system
manajemen transportasi yang kurang baik.
·
Di dalam perkembangannya, alat
transportasi memiliki dampak negatif yang sangat berpengaruh terhadap
lingkungan diantaranya
1) Minyak
bumi yang dieksploitasi secara berlebihan secara terus menerus, maka akan
berdampak terhadap lingkungan yang ideal, sehingga merusak lingkungan di
generasi yang akan datang.
2) Dengan
perkembangan tehnologi, perubahan alam menjadi tidak estetis
3) Pencemaran
udara yang berdampak bagi kesehatan manusia,seperti meminum air yang
terkontaminasi dan melalui kulit.
4) Menimbulkan
gangguan kebisingan.
5)
Berkurangnya
lahan-lahan pertanian yang produktif karena dipakai untuk menampung kebutuhan
akan jasa tranportasi seperti terminal, landasan kapal terbang atau parker
kendaraan.
6)
Tingginya Kadar Pulotan
akibat emisi (pelepasan) dari asap kendaraan bermotor
·
Usaha
yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak transportasi terhadap lingkungan,
diantaranya:
1)
Menggalakkan pemakaian sepeda
dan mengembangkan sistem angkutan massal perkotaan.
2)
Mengubah mesin kendaraan
bermotor
3)
Menggunakan bahan bakar
alternatif (mis. gas) yang ramah lingkungan
4)
Menyediakan jalur khusus untuk
kendaraan umum (bis, taksi) dan sepeda, khususnya pada jam-jam sibuk/padat lalu
lintas.
5)
Rekayasa lalu lintas.
6)
Mengubah mesin pembakar dalam,
hingga penggunaan bahan bakar berkurang dan polusinya lebih sedikit dan
efisien.
B.
SARAN
Keistemewaan yang dimiliki oleh manusia ialah kemampuan akalnya dalam menciptakan sesuatu yang belum ada sebelumnya seperti alat tranportasi yang sekarang ini beragam. Namun, hal tersebut harus juga memikirkan dan memperhatikan dampak yang akan terjadi pada alat yang diciptakan terutama terhadap lingkungan, sehingga manfaatnya berguna bagi manusia maupun alam sekitar dan kehidupan dapat berjalan dengan harmonis.
Keistemewaan yang dimiliki oleh manusia ialah kemampuan akalnya dalam menciptakan sesuatu yang belum ada sebelumnya seperti alat tranportasi yang sekarang ini beragam. Namun, hal tersebut harus juga memikirkan dan memperhatikan dampak yang akan terjadi pada alat yang diciptakan terutama terhadap lingkungan, sehingga manfaatnya berguna bagi manusia maupun alam sekitar dan kehidupan dapat berjalan dengan harmonis.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar